Kamis, 25 Oktober 2012

HATI YANG TERSAKITI



Sadarkah engkau luka telah kau hadirkan disaat kumenanti...
Sadarkah engkau luka telah kau sematkan saat kucoba untuk ikhlas mencintai...
Sadarkah engkau luka ini telah begitu menyakitkan untuk kujalani...
Saat seperti kau tancapkan tajamnya pisau dan kau sayat tanpa pernah kau perduli...

Inikah yang kau katakan cinta yang sejati...
Inikah yang kau sebut cinta indah abadi...

Ternyata semua hanyalah semu bagaikan debu...
Tertiup angin berhembus dan hilang bersama pilu...
Dan kau menari gembira..
Dan kau tertawa penuh suka cita...

Diatas lukaku kau berdansa puas tanpa rasa...
Diatas lukaku kau bersandiwara seakan kau sempurna...
Inikah balasan untuk semua kisah tercipta...
Kau sirnakan bagaikan api yang hanguskan raga...

Terima kasih untukmu wahai cinta...
Karnamu ku memahami betapa pedihnya terluka...
Karnamu ku mengerti betapa sakitnya kecewa...
Dan karenamu ku kan hilangkan rasa untuk selalu setia...

Jangan Kau Pergi



Takkan lelah diri ini meminta..
Takkan bosan hati ini berasa..
Jangan pernah kau putuskan cinta kita..
Telah nyaman kutinggali taman cinta..

Kasih...
Hadirmu slalu kurasa dalam desah nafasku..
Kasih..
Namanu tertulis jelas dalam sanubariku..

Satu permintaan terakhirku..
Jangan kau pergi dariku..
Tetaplah dekap erat tubuhku..
Tanpa pernah kau berpikir tuk tinggalkanku..

Engkau Hebat Ibu



Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

ibu
Telah kau hujamkan matamu
Tuk menentang sang surya
Telah kau hentakan kakimu
Tuk menindas bumi
Telah kau mantapkan hatimu
Tuk taklukan sang waktu

ibu
Telah kau luangkan begitu banyak waktu
Hanya tuk menjagaku
Telah kau hempaskan kepentingan mu
Hanya tuk mengurusku

ibu.
Remuk hati ini......melihat mu menangis
Hancur raga ini melihatmu terluka
Mati raga ini bila kau tiada

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Rabu, 24 Oktober 2012

Penyesalanku

Ku acuhkan dirimu, karena kesibukanku
Ku remehkan dirimu karenaku mengejar sesuatu yang semu
Kau katakan kau ingin bertemu denganku
Tapi aku cuek-cuek melulu
Kau katakan kau ingin memasak untukku
Tapi aku bilang tidak perlu.
Tapi kini, aku rindu semua itu, rindu akan ocehanmu
Rindu akan belaianmu
Ibu
Kini kau pergi, tanpa aku tahu
Kini kau tak kembali walau aku menangis pilu
Maafkan aku ibu.. Karena kesibukanku ku tak perdulikanmu
Tapi kini aku baru mengerti saat kau tidak ada sisi
Karena kau telah di panggil Sang Ilahi..
Aku rindu Ibu..
Rindu hari hari yang pernah kita lalui ..
Tapi kini sesal diri yang tak kunjung henti, karena ku sia-siakan dirimu hanya demi sesuatu yang semu
Ibu
Air mata tiada henti bila ingat dirimu
Air mata jatuh tertumpa jika ingat kau butuh waktu untuk bertemu denganku
Tapi kini semua sia-sia, air mata tak lagi berharga, penyesalan tak lagi ada makna..
Kini hanya ungkapan sedih karena betapa aku menyesali waktu yang tersia-sia untuk berkumpul denganmu..

I Love You Mama

Kelembutan Ibu



Tangan seorang IBU
Selalu terbuka ketika anaknya membutuhkan sebuah pelukan

Hati seorang IBU
Mengerti ketika anaknya membutuhkan seorang teman

Mata seorang IBU
Sangat lembut tapi tegas ketika anaknya membutuhkan sebuah pelajaran

Cinta seorang IBU
Selalu membimbing dan memberikan anaknya sayap agar mereka bisa terbang
Terima Kasih IBU ♥♥♥♥

Kamis, 25 Oktober 2012

HATI YANG TERSAKITI



Sadarkah engkau luka telah kau hadirkan disaat kumenanti...
Sadarkah engkau luka telah kau sematkan saat kucoba untuk ikhlas mencintai...
Sadarkah engkau luka ini telah begitu menyakitkan untuk kujalani...
Saat seperti kau tancapkan tajamnya pisau dan kau sayat tanpa pernah kau perduli...

Inikah yang kau katakan cinta yang sejati...
Inikah yang kau sebut cinta indah abadi...

Ternyata semua hanyalah semu bagaikan debu...
Tertiup angin berhembus dan hilang bersama pilu...
Dan kau menari gembira..
Dan kau tertawa penuh suka cita...

Diatas lukaku kau berdansa puas tanpa rasa...
Diatas lukaku kau bersandiwara seakan kau sempurna...
Inikah balasan untuk semua kisah tercipta...
Kau sirnakan bagaikan api yang hanguskan raga...

Terima kasih untukmu wahai cinta...
Karnamu ku memahami betapa pedihnya terluka...
Karnamu ku mengerti betapa sakitnya kecewa...
Dan karenamu ku kan hilangkan rasa untuk selalu setia...

Jangan Kau Pergi



Takkan lelah diri ini meminta..
Takkan bosan hati ini berasa..
Jangan pernah kau putuskan cinta kita..
Telah nyaman kutinggali taman cinta..

Kasih...
Hadirmu slalu kurasa dalam desah nafasku..
Kasih..
Namanu tertulis jelas dalam sanubariku..

Satu permintaan terakhirku..
Jangan kau pergi dariku..
Tetaplah dekap erat tubuhku..
Tanpa pernah kau berpikir tuk tinggalkanku..

Engkau Hebat Ibu



Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

ibu
Telah kau hujamkan matamu
Tuk menentang sang surya
Telah kau hentakan kakimu
Tuk menindas bumi
Telah kau mantapkan hatimu
Tuk taklukan sang waktu

ibu
Telah kau luangkan begitu banyak waktu
Hanya tuk menjagaku
Telah kau hempaskan kepentingan mu
Hanya tuk mengurusku

ibu.
Remuk hati ini......melihat mu menangis
Hancur raga ini melihatmu terluka
Mati raga ini bila kau tiada

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Rabu, 24 Oktober 2012

Penyesalanku

Ku acuhkan dirimu, karena kesibukanku
Ku remehkan dirimu karenaku mengejar sesuatu yang semu
Kau katakan kau ingin bertemu denganku
Tapi aku cuek-cuek melulu
Kau katakan kau ingin memasak untukku
Tapi aku bilang tidak perlu.
Tapi kini, aku rindu semua itu, rindu akan ocehanmu
Rindu akan belaianmu
Ibu
Kini kau pergi, tanpa aku tahu
Kini kau tak kembali walau aku menangis pilu
Maafkan aku ibu.. Karena kesibukanku ku tak perdulikanmu
Tapi kini aku baru mengerti saat kau tidak ada sisi
Karena kau telah di panggil Sang Ilahi..
Aku rindu Ibu..
Rindu hari hari yang pernah kita lalui ..
Tapi kini sesal diri yang tak kunjung henti, karena ku sia-siakan dirimu hanya demi sesuatu yang semu
Ibu
Air mata tiada henti bila ingat dirimu
Air mata jatuh tertumpa jika ingat kau butuh waktu untuk bertemu denganku
Tapi kini semua sia-sia, air mata tak lagi berharga, penyesalan tak lagi ada makna..
Kini hanya ungkapan sedih karena betapa aku menyesali waktu yang tersia-sia untuk berkumpul denganmu..

I Love You Mama

Kelembutan Ibu



Tangan seorang IBU
Selalu terbuka ketika anaknya membutuhkan sebuah pelukan

Hati seorang IBU
Mengerti ketika anaknya membutuhkan seorang teman

Mata seorang IBU
Sangat lembut tapi tegas ketika anaknya membutuhkan sebuah pelajaran

Cinta seorang IBU
Selalu membimbing dan memberikan anaknya sayap agar mereka bisa terbang
Terima Kasih IBU ♥♥♥♥