Tampilkan postingan dengan label My M O M. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My M O M. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2014

Mama. . .

Dari segumpal darah aku di rahimmu.. Hingga terbentuk mahluk titipan buatmu..
Engkau rawat dan jaga aku dalam badanmu..
Walau penuh ketidaknyamanan dalam gerak gerik langkahmu..

Kau perjuangkan aku untuk hidup didunia ini..
Nyawa kau pertaruhkan dengan segenap kekuatan nurani..

Sakit perih tiada terhingga kau rasai Walau kau tahan dengan rasa sakit yang terus meliliti.

Kau rawat aku penuh cinta, kasih dan sayangmu..

Membuat ku tenang nyaman dalam pangkuanmu..

Tanpa lelah kau menimangku..
Tanpa ada keluhan kau mengasihiku..

Aku yang tercipta sebagai amanahmu telah kau upayakan penuh do'a dan usahamu..

Oh Mama…
Dalamnya lautan samudra tak sedalam kasih sayangmu dan luasnya lautan tak seluas segala pengorbananmu.

Rabu, 30 Oktober 2013

Doa Untuk Bundaku

Tuhan..
Ampunilah dosa-dosa bundaku
Dia adalah wanita yang sangat mulia yang pernah engkau ciptakan.

Tuhan..
Aku mohon lindungilah dia
Jangan sampai dia terluka
Aku berjanji tak akan membuat air matanya menetes
Dan akan aku jaga dia.

Tuhan..
Sungguh aku sangat menyayangi dia
Dunia ini terasa hampa tanpa kehadiran dirinya.

Semoga Bunda selalu diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa.



Aamiin..


nteencutez.blogspot.com

Kamis, 11 April 2013

mOm


Ketika orang tua kamu tertidur lelap, coba kamu pandang mereka dalam-dalam dan bayangkan matanya tak akan terbuka lagi untuk selama-lamanya,
Pasti kamu akan meneteskan air mata, namun tangan orang tua kamu tak lagi mampu untuk menghapus air matamu,
Tak akan ada lagi nasehat orang tua kamu lagi yg dulu kamu abaikan,
Sudah tiada pasti muncul dibenakmu dan hati kecilmu berkata "pernahkan aku membahagiakan mereka"?
Sebelum semuanya terlambat katakanlah kepada orang tuamu bahwa kamu menyayangi mereka dan minta maaflah akan kesalahan kamu selama ini,
Walau kamu tidak bisa membahagiakan mereka, minimal kamu jangan membuat mereka sedih.

Rabu, 06 Februari 2013

★☆ Menjadi ibu adalah suatu kemuliaan ☆★


Menjadi ibu adalah peluang untuk berbenah diri, karena sang generasi memerlukan sosok ibu yang bisa memberi teladan, kasih sayang & perhatian tanpa pamrih.

Menjadi ibu mengharuskan kita untuk belajar menjadi mentari, yang selalu memberi tanpa harap kembali.

Karena, demikianlah "perjanjian" seorang ibu dengan Sang Pencipta-Nya, dalam merawat "titipan"-Nya.

Ibu adalah "jiwa" keluarga.Saat dia menangis,rumah akan ikut suram. Saat dia
bahagia, rumah serasa tertawa.

Ibu adalah pendidik pertama dan utama buah hati. Yang pertama kali berinteraksi dengan anak, sosok pertama yang memberi rasa aman, sosok pertama yang dipercaya dan didengar ucapannya oleh anak.

Jadikanlah surga di telapak kakimu dengan kemuliaanmu sebagai Seorang Ibu

Kamis, 20 Desember 2012

Puisi Untuk M A M A . . .

Mama,
Ingin kusajakkan senyummu,
Seraya kupilih dan kupilah ribuan kata,
Tetapi tak jua bisa kurangkai kalimat,
Yang paling senonoh untukmu.

Biarlah puisi untukmu tetap kupingit di hati, jika berkenan,
Baca saja rangkaian prosa pada raut wajahku,
Karena aku tak pernah memakai cadar dihadapanmu,
Tangismu adalah tangisku dan tawamu adalah tawaku.

Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku,
Tanpa ada yang mengajari,
Tanpa pula referensi,
Dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu,
Yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi.

Mama,
Aku tahu kita mencintai kesahajaan,
Kita membenci kemunafikan,
Maka untuk apa kututup rapat aurat tabiatku,
Jika hanya untuk menyenangkanmu

IBU Maafkan AKU

Ibu.....  Sejak kau tiada aku seolah hidup sebatang kara tiada tempatku bercerita tiada tempatku mengadu tiada yang mengerti ingin & harapku

Seolah bibir kelu tak mampu berkata, kaki seolah gontai melangkah entah kemana mata selalu sembab penuh airmata, tiada mampu berhenti teteskan, bening hati terasa sangat berat kehilanganmu seolah bumi runtuh menerpa diriku

Ibu... Kini tiada lagi yang membelaiku lembut seperti belain kasihmu tiada kasih sayang yang tulus seperti pernah kau berikan yang tanpa pamrih... Cintamu begitu lembut damaikan hati di saat rapuh menghampiriku

Di saat kau tiada.. Hidupku sepi tiada lagi tempat pelarianku tiada lagi yang dapat menggantikanmu

Ibu... Aku rindu maafkan aku yang belum bahagiakanmu belum sempat mewujudkan semua harapan dan keinginanmu...

Ibu.. Aku ikhlas melepaskanmu, Tuhan telah tetapkan jalan terbaik untukmu hingga kau begitu cepat di panggil Do'a takkan pernah berhenti ku lantunkan agar kau damai dan selalu tersenyumlah disana


Tuhan.. Ampunilah segala dosa-dosanya, tempatkan dia di sisi-MU smoga kelak aku dapat berkumpul kembali dengannya..  Amin Yaa Robbal Alamin...

Selasa, 18 Desember 2012

★ MAAFKAN ANAK MU INI IBU ★

Entah berapa kesalahan yang telah kuperbuat
Entah berapa kebohongan yang telah terucap
Entah berapa lelucon kasar yang mengiris hati
Entah berapa tangis yang terlanjur mati
Kini usiamu yang semakin senja
Kini raut wajahmu yang semakin renta
Kini tubuhmu yang semakin tak berdaya
Aku tak bisa apa-apa
Sampai kini aku pergi merantau
Sampai kini tak lagi terpantau
Sampai kini tiba musim kemarau
Aku rindu senda gurau
Kapan tiba hari kemenangan
Kapan ku wujudkan semua impian
Kapan terhapus semua kenangan
Aku sedang sendirian
Aku tahu sepinya hari
Tanpamu yang selalu ada di sisi
Aku tahu indahnya pelangi
Denganmu ku gapai mentari
Kisah pilu di masa lalu
Biarlah menjadi inspirasiku
Semoga hidup tak lagi kelabu

Ibu, maafkan anakmu…

Senin, 17 Desember 2012

Air Mata Seorang Wanita


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak".
"Aku tak mengerti " kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat."Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis..?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab," Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula, ia kerap berulang kali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. 
Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. 
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..? Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. 
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.

" Sesungguhnya wanita itu dicipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika Anda meluruskannya, sama artinya Anda memecahkannya. Jika Anda biarkan, dia akan tetap bengkok. Karena itulah, Anda harus selalu memberikan nasihat-nasihat kebaikan."

Malaikatku

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan, :

Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? Saya begitu kecil & lemah."

Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."

Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."

Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."

Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"

Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."

Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."

Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

Jawab Tuhan, ....."Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU."


So, Malaikatmu Yang Selama Ini Mencintai, Menyanyangi & Merawatmu Dengan Ikhlas Sampai Saat Ini Adalah IBU. . . Jadi Begitu Besar Pengorbanan IBU Kita Untuk Kita Semua..



Selasa, 04 Desember 2012

TERIMA-KASIH..IBU


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini

Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

Kamis, 22 November 2012

★ Setitik Air Mata Ibu Jatuh ★

Ketika kita laparTangan ibu yang menyuapi.
Ketika kita hausTangan ibu yang memberi minuman.
Ketika kita menangis Tangan ibu yang mengusap air mata kita.
Ketika kita gembira Tangan ibu yang menadah syukur,  memeluk erat dengan deraian air mata bahagia.
Ketika kita mengantuk Tangan ibu yang menidurkan dengan penuh kasih sayang.
Ketika kita mandiTangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan membersihkan segala kotoran.
Ketika kita dilanda masalah. Tangan ibu yang membelai duka sambil berkata: sabar nak, sabar ya sayang.

Namun, ketika ibu sudah tua dan kelaparan.. Tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengan tangan yang bergetar, ibu suap sendiri makanan ke mulut dengan linangan air mata. Ketika ibu sakitDimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat sakitnya seorang ibu? Ketika nyawa ibu berpisah dari jasadKetika jenazah ibu hendak dimandikan Dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu buat yang terakhir kali.
Tangan ibu, tangan ajaib… Sentuhan ibu, sentuhan Kasih… Bisa membawa ke Syurga Firdaus… Ciumlah tangan ibu, sebelum ibu pergi bertemu Illahi dan takkan kembali lagi….
Kedua tangan Ibu yang penuh dengan kasih sayang

Kamis, 25 Oktober 2012

Engkau Hebat Ibu



Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

ibu
Telah kau hujamkan matamu
Tuk menentang sang surya
Telah kau hentakan kakimu
Tuk menindas bumi
Telah kau mantapkan hatimu
Tuk taklukan sang waktu

ibu
Telah kau luangkan begitu banyak waktu
Hanya tuk menjagaku
Telah kau hempaskan kepentingan mu
Hanya tuk mengurusku

ibu.
Remuk hati ini......melihat mu menangis
Hancur raga ini melihatmu terluka
Mati raga ini bila kau tiada

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Rabu, 24 Oktober 2012

Penyesalanku

Ku acuhkan dirimu, karena kesibukanku
Ku remehkan dirimu karenaku mengejar sesuatu yang semu
Kau katakan kau ingin bertemu denganku
Tapi aku cuek-cuek melulu
Kau katakan kau ingin memasak untukku
Tapi aku bilang tidak perlu.
Tapi kini, aku rindu semua itu, rindu akan ocehanmu
Rindu akan belaianmu
Ibu
Kini kau pergi, tanpa aku tahu
Kini kau tak kembali walau aku menangis pilu
Maafkan aku ibu.. Karena kesibukanku ku tak perdulikanmu
Tapi kini aku baru mengerti saat kau tidak ada sisi
Karena kau telah di panggil Sang Ilahi..
Aku rindu Ibu..
Rindu hari hari yang pernah kita lalui ..
Tapi kini sesal diri yang tak kunjung henti, karena ku sia-siakan dirimu hanya demi sesuatu yang semu
Ibu
Air mata tiada henti bila ingat dirimu
Air mata jatuh tertumpa jika ingat kau butuh waktu untuk bertemu denganku
Tapi kini semua sia-sia, air mata tak lagi berharga, penyesalan tak lagi ada makna..
Kini hanya ungkapan sedih karena betapa aku menyesali waktu yang tersia-sia untuk berkumpul denganmu..

I Love You Mama

Tampilkan postingan dengan label My M O M. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My M O M. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2014

Mama. . .

Dari segumpal darah aku di rahimmu.. Hingga terbentuk mahluk titipan buatmu..
Engkau rawat dan jaga aku dalam badanmu..
Walau penuh ketidaknyamanan dalam gerak gerik langkahmu..

Kau perjuangkan aku untuk hidup didunia ini..
Nyawa kau pertaruhkan dengan segenap kekuatan nurani..

Sakit perih tiada terhingga kau rasai Walau kau tahan dengan rasa sakit yang terus meliliti.

Kau rawat aku penuh cinta, kasih dan sayangmu..

Membuat ku tenang nyaman dalam pangkuanmu..

Tanpa lelah kau menimangku..
Tanpa ada keluhan kau mengasihiku..

Aku yang tercipta sebagai amanahmu telah kau upayakan penuh do'a dan usahamu..

Oh Mama…
Dalamnya lautan samudra tak sedalam kasih sayangmu dan luasnya lautan tak seluas segala pengorbananmu.

Kamis, 28 November 2013

Peluk aku Sebentar saja Mama agar hatiku sedikit tenang...

Peluk aku Sebentar saja Mama

Agar hatiku sedikit tenang...

Rabu, 27 November 2013

Rabu, 30 Oktober 2013

Doa Untuk Bundaku

Tuhan..
Ampunilah dosa-dosa bundaku
Dia adalah wanita yang sangat mulia yang pernah engkau ciptakan.

Tuhan..
Aku mohon lindungilah dia
Jangan sampai dia terluka
Aku berjanji tak akan membuat air matanya menetes
Dan akan aku jaga dia.

Tuhan..
Sungguh aku sangat menyayangi dia
Dunia ini terasa hampa tanpa kehadiran dirinya.

Semoga Bunda selalu diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa.



Aamiin..


nteencutez.blogspot.com

Kamis, 11 April 2013

mOm


Ketika orang tua kamu tertidur lelap, coba kamu pandang mereka dalam-dalam dan bayangkan matanya tak akan terbuka lagi untuk selama-lamanya,
Pasti kamu akan meneteskan air mata, namun tangan orang tua kamu tak lagi mampu untuk menghapus air matamu,
Tak akan ada lagi nasehat orang tua kamu lagi yg dulu kamu abaikan,
Sudah tiada pasti muncul dibenakmu dan hati kecilmu berkata "pernahkan aku membahagiakan mereka"?
Sebelum semuanya terlambat katakanlah kepada orang tuamu bahwa kamu menyayangi mereka dan minta maaflah akan kesalahan kamu selama ini,
Walau kamu tidak bisa membahagiakan mereka, minimal kamu jangan membuat mereka sedih.

Rabu, 06 Februari 2013

★☆ Menjadi ibu adalah suatu kemuliaan ☆★


Menjadi ibu adalah peluang untuk berbenah diri, karena sang generasi memerlukan sosok ibu yang bisa memberi teladan, kasih sayang & perhatian tanpa pamrih.

Menjadi ibu mengharuskan kita untuk belajar menjadi mentari, yang selalu memberi tanpa harap kembali.

Karena, demikianlah "perjanjian" seorang ibu dengan Sang Pencipta-Nya, dalam merawat "titipan"-Nya.

Ibu adalah "jiwa" keluarga.Saat dia menangis,rumah akan ikut suram. Saat dia
bahagia, rumah serasa tertawa.

Ibu adalah pendidik pertama dan utama buah hati. Yang pertama kali berinteraksi dengan anak, sosok pertama yang memberi rasa aman, sosok pertama yang dipercaya dan didengar ucapannya oleh anak.

Jadikanlah surga di telapak kakimu dengan kemuliaanmu sebagai Seorang Ibu

Kamis, 20 Desember 2012

Puisi Untuk M A M A . . .

Mama,
Ingin kusajakkan senyummu,
Seraya kupilih dan kupilah ribuan kata,
Tetapi tak jua bisa kurangkai kalimat,
Yang paling senonoh untukmu.

Biarlah puisi untukmu tetap kupingit di hati, jika berkenan,
Baca saja rangkaian prosa pada raut wajahku,
Karena aku tak pernah memakai cadar dihadapanmu,
Tangismu adalah tangisku dan tawamu adalah tawaku.

Aku mengenal kasihmu dengan sendiriku,
Tanpa ada yang mengajari,
Tanpa pula referensi,
Dan karenamu juga aku bisa mengenal rindu,
Yang kuyakini hingga riwayatku ditelan bumi.

Mama,
Aku tahu kita mencintai kesahajaan,
Kita membenci kemunafikan,
Maka untuk apa kututup rapat aurat tabiatku,
Jika hanya untuk menyenangkanmu

IBU Maafkan AKU

Ibu.....  Sejak kau tiada aku seolah hidup sebatang kara tiada tempatku bercerita tiada tempatku mengadu tiada yang mengerti ingin & harapku

Seolah bibir kelu tak mampu berkata, kaki seolah gontai melangkah entah kemana mata selalu sembab penuh airmata, tiada mampu berhenti teteskan, bening hati terasa sangat berat kehilanganmu seolah bumi runtuh menerpa diriku

Ibu... Kini tiada lagi yang membelaiku lembut seperti belain kasihmu tiada kasih sayang yang tulus seperti pernah kau berikan yang tanpa pamrih... Cintamu begitu lembut damaikan hati di saat rapuh menghampiriku

Di saat kau tiada.. Hidupku sepi tiada lagi tempat pelarianku tiada lagi yang dapat menggantikanmu

Ibu... Aku rindu maafkan aku yang belum bahagiakanmu belum sempat mewujudkan semua harapan dan keinginanmu...

Ibu.. Aku ikhlas melepaskanmu, Tuhan telah tetapkan jalan terbaik untukmu hingga kau begitu cepat di panggil Do'a takkan pernah berhenti ku lantunkan agar kau damai dan selalu tersenyumlah disana


Tuhan.. Ampunilah segala dosa-dosanya, tempatkan dia di sisi-MU smoga kelak aku dapat berkumpul kembali dengannya..  Amin Yaa Robbal Alamin...

Selasa, 18 Desember 2012

★ MAAFKAN ANAK MU INI IBU ★

Entah berapa kesalahan yang telah kuperbuat
Entah berapa kebohongan yang telah terucap
Entah berapa lelucon kasar yang mengiris hati
Entah berapa tangis yang terlanjur mati
Kini usiamu yang semakin senja
Kini raut wajahmu yang semakin renta
Kini tubuhmu yang semakin tak berdaya
Aku tak bisa apa-apa
Sampai kini aku pergi merantau
Sampai kini tak lagi terpantau
Sampai kini tiba musim kemarau
Aku rindu senda gurau
Kapan tiba hari kemenangan
Kapan ku wujudkan semua impian
Kapan terhapus semua kenangan
Aku sedang sendirian
Aku tahu sepinya hari
Tanpamu yang selalu ada di sisi
Aku tahu indahnya pelangi
Denganmu ku gapai mentari
Kisah pilu di masa lalu
Biarlah menjadi inspirasiku
Semoga hidup tak lagi kelabu

Ibu, maafkan anakmu…

Senin, 17 Desember 2012

Air Mata Seorang Wanita


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak".
"Aku tak mengerti " kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat."Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis..?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab," Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula, ia kerap berulang kali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. 
Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. 
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..? Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. 
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan". Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup.

" Sesungguhnya wanita itu dicipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika Anda meluruskannya, sama artinya Anda memecahkannya. Jika Anda biarkan, dia akan tetap bengkok. Karena itulah, Anda harus selalu memberikan nasihat-nasihat kebaikan."

Malaikatku

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan, :

Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? Saya begitu kecil & lemah."

Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."

Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."

Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."

Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"

Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."

Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."

Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

Jawab Tuhan, ....."Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU."


So, Malaikatmu Yang Selama Ini Mencintai, Menyanyangi & Merawatmu Dengan Ikhlas Sampai Saat Ini Adalah IBU. . . Jadi Begitu Besar Pengorbanan IBU Kita Untuk Kita Semua..



Selasa, 04 Desember 2012

TERIMA-KASIH..IBU


IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini

Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

Kamis, 22 November 2012

★ Setitik Air Mata Ibu Jatuh ★

Ketika kita laparTangan ibu yang menyuapi.
Ketika kita hausTangan ibu yang memberi minuman.
Ketika kita menangis Tangan ibu yang mengusap air mata kita.
Ketika kita gembira Tangan ibu yang menadah syukur,  memeluk erat dengan deraian air mata bahagia.
Ketika kita mengantuk Tangan ibu yang menidurkan dengan penuh kasih sayang.
Ketika kita mandiTangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan membersihkan segala kotoran.
Ketika kita dilanda masalah. Tangan ibu yang membelai duka sambil berkata: sabar nak, sabar ya sayang.

Namun, ketika ibu sudah tua dan kelaparan.. Tiada tangan dari anak yang menyuapi. Dengan tangan yang bergetar, ibu suap sendiri makanan ke mulut dengan linangan air mata. Ketika ibu sakitDimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat sakitnya seorang ibu? Ketika nyawa ibu berpisah dari jasadKetika jenazah ibu hendak dimandikan Dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu buat yang terakhir kali.
Tangan ibu, tangan ajaib… Sentuhan ibu, sentuhan Kasih… Bisa membawa ke Syurga Firdaus… Ciumlah tangan ibu, sebelum ibu pergi bertemu Illahi dan takkan kembali lagi….
Kedua tangan Ibu yang penuh dengan kasih sayang

Kamis, 25 Oktober 2012

Engkau Hebat Ibu



Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

ibu
Telah kau hujamkan matamu
Tuk menentang sang surya
Telah kau hentakan kakimu
Tuk menindas bumi
Telah kau mantapkan hatimu
Tuk taklukan sang waktu

ibu
Telah kau luangkan begitu banyak waktu
Hanya tuk menjagaku
Telah kau hempaskan kepentingan mu
Hanya tuk mengurusku

ibu.
Remuk hati ini......melihat mu menangis
Hancur raga ini melihatmu terluka
Mati raga ini bila kau tiada

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Rabu, 24 Oktober 2012

Penyesalanku

Ku acuhkan dirimu, karena kesibukanku
Ku remehkan dirimu karenaku mengejar sesuatu yang semu
Kau katakan kau ingin bertemu denganku
Tapi aku cuek-cuek melulu
Kau katakan kau ingin memasak untukku
Tapi aku bilang tidak perlu.
Tapi kini, aku rindu semua itu, rindu akan ocehanmu
Rindu akan belaianmu
Ibu
Kini kau pergi, tanpa aku tahu
Kini kau tak kembali walau aku menangis pilu
Maafkan aku ibu.. Karena kesibukanku ku tak perdulikanmu
Tapi kini aku baru mengerti saat kau tidak ada sisi
Karena kau telah di panggil Sang Ilahi..
Aku rindu Ibu..
Rindu hari hari yang pernah kita lalui ..
Tapi kini sesal diri yang tak kunjung henti, karena ku sia-siakan dirimu hanya demi sesuatu yang semu
Ibu
Air mata tiada henti bila ingat dirimu
Air mata jatuh tertumpa jika ingat kau butuh waktu untuk bertemu denganku
Tapi kini semua sia-sia, air mata tak lagi berharga, penyesalan tak lagi ada makna..
Kini hanya ungkapan sedih karena betapa aku menyesali waktu yang tersia-sia untuk berkumpul denganmu..

I Love You Mama