Rabu, 24 Oktober 2012

Kisah seorang anak di dalam rahim yang di Aborsi


Bulan 1 : Ma, panjangku tuh cuma 2cm , tapi aku udah ada dibadan mama, Aku sayang mama , bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku disini.

Bulan ke 2 : Aku udah bisa ngisep jari imutku lho ma, disini hangat ma, nanti kalo aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.

Bulan ke 3 : Ma, meskipun aq belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap mama & papa bahagia kelak ketika aku keluar, jgn nangis ya ma, kalo mama nangis disini aku juga ikut nangis.

Bulan ke 4 : Ma , rambutku udah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakkan kepalaku putar kiri putar kanan.

Bulan ke 5 : Mama tadi kedokter ya, dokter bilang apa? Apa itu aborsi ma ? Aku nggak diapa-apain kan ma?

Bulan ke 6 : Mama ke dokter lagi ya? Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku disini baik-baik saja, tapi kok dokter itu mulai memasukkan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku, ma tolong aku takut. Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakit maaaa.. Tapi meskipun aku tak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama, ma benda itu mulai memotong tanganku, ma tolong aku, aku janji gak akan nakal ma. Tapi meskipun aku tidak punya tangan & kaki aku masih punya mata & telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, maamaaa ampun maa. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen peluk mama.

Bulan ke 7: Ma aku disini baik-baik aja aku sudah sama Allah di surga, Allah mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Allah memelukku, memegang tanganku menggendongku dengan lembut & Dan Allah membisikkan apa itu aborsi.. Kenapa mama tega melakukan itu ?
Kenapa mama nggak mau main sama aku? Apa salahku ma ?
Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama kesini, nanti kita main bareng- bareng disini & jangan lupa, ajak papa juga ya ma..

Pantaskah seorang bayi yang belum sempat terlahir kedunia mendapatkan perlakuan sekeji itu dari orang tua kandungnya..? Pantaskah seorang bayi tak berdosa tidak diberi kesempatan hidup dan menjadi anak yang baik? Seorang bayi yang rela menukar kebahagiaan dia demi orang tuanya yang telah membuangnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa tinggalkan pesan, kritik dan sarannya.. Makasih ^_^

Rabu, 24 Oktober 2012

Kisah seorang anak di dalam rahim yang di Aborsi


Bulan 1 : Ma, panjangku tuh cuma 2cm , tapi aku udah ada dibadan mama, Aku sayang mama , bunyi detak jantung mama itu jadi musik terindah yang menemaniku disini.

Bulan ke 2 : Aku udah bisa ngisep jari imutku lho ma, disini hangat ma, nanti kalo aku sudah keluar mama janji ya mau main sama aku.

Bulan ke 3 : Ma, meskipun aq belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap mama & papa bahagia kelak ketika aku keluar, jgn nangis ya ma, kalo mama nangis disini aku juga ikut nangis.

Bulan ke 4 : Ma , rambutku udah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakkan kepalaku putar kiri putar kanan.

Bulan ke 5 : Mama tadi kedokter ya, dokter bilang apa? Apa itu aborsi ma ? Aku nggak diapa-apain kan ma?

Bulan ke 6 : Mama ke dokter lagi ya? Ma, tolong kasih tau dokter itu, aku disini baik-baik saja, tapi kok dokter itu mulai memasukkan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku, ma tolong aku takut. Benda tajam itu mulai memotong kakiku, sakit maaaa.. Tapi meskipun aku tak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk mama, ma benda itu mulai memotong tanganku, ma tolong aku, aku janji gak akan nakal ma. Tapi meskipun aku tidak punya tangan & kaki aku masih punya mata & telinga untuk melihat senyum mama, mendengar suara mama, tapi benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, maamaaa ampun maa. Beri aku kesempatan hidup, aku sayang mama, aku pengen peluk mama.

Bulan ke 7: Ma aku disini baik-baik aja aku sudah sama Allah di surga, Allah mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Allah memelukku, memegang tanganku menggendongku dengan lembut & Dan Allah membisikkan apa itu aborsi.. Kenapa mama tega melakukan itu ?
Kenapa mama nggak mau main sama aku? Apa salahku ma ?
Mama taubat yah, biar Tuhan mau antar mama kesini, nanti kita main bareng- bareng disini & jangan lupa, ajak papa juga ya ma..

Pantaskah seorang bayi yang belum sempat terlahir kedunia mendapatkan perlakuan sekeji itu dari orang tua kandungnya..? Pantaskah seorang bayi tak berdosa tidak diberi kesempatan hidup dan menjadi anak yang baik? Seorang bayi yang rela menukar kebahagiaan dia demi orang tuanya yang telah membuangnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa tinggalkan pesan, kritik dan sarannya.. Makasih ^_^